Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
AFAPOKER
RGOBET
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Agen Bola
Texaspoker
Wigobet
Situs Live Casino Online, Bandar Togel, Poker, Bola Terpercaya
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Agen Togel Online
Agen Poker Online

Pada Sabtu, 28 Juli dini hari nanti akan terjadi fenomena gerhana bulan total. Beruntung karena masyarakat Indonesia bisa melihat fenomena alam yang termasuk spesial ini. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, gerhana bulan total bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Gerhana bulan terjadi saat matahari, bumi dan bulan berada di satu garis lurus dan orbit bulan berada tepat di bayang-bayang bumi. Terjadinya gerhana ini juga menimbulkan berbagai dampak. Salah satu yang terasa tentu saja dampak cuaca yang belakangan perubahannya cukup ekstrem di beberapa wilayah Indonesia.

Tapi ternyata, gerhana bulan total yang terjadi kali ini bakal spesial. Ada beberapa faktor yang membuatnya berbeda dari gerhana-gerhana sebelumnya.

Nah, berikut ini deretan fakta gerhana dan dampak dari gerhana bulan total, seperti lansir dari berbagai sumber pada Jumat (27/7).

1. Gerhana bulan dengan durasi terlama pada abad 21.

Gerhana yang akan terjadi pada 28 Juli dini hari nanti akan menjadi gerhana bulan total dengan durasi terlama pada abad 21. Durasi gerhana diprediksi memiliki durasi lebih dari 103 menit. Memang lama karena saat itu bulan berada di titik jauh dari bumi.

2. Dapat melihat Planet Mars.

Selain memiliki durasi terlama, Mars akan terlihat dari bumi selama gerhana bulan tersebut. Nantinya purnama akan meredup dan sedikit warna kemerahan berpendar. Pada satu titik terang kemerahan di samping kiri purnama tersebut adalah planet Mars.

3. Dihiasi hujan meteor.

Fakta ini dikonfirmasi oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin. Dilansir brilio.net dari liputan6, namun hujan meteor tersebut nantinya akan berlangsung bersamaan dengan gerhana bulan total terlama. Oleh karena itu, hujan meteor tidak akan bisa dilihat secara utuh.

4. Disebut Micro Blood Moon.

Gerhana bulan total terlama ini nantinya bakal disebut Micro Blood Moon. Masih menurut Thomas, bulan yang tampak pada gerhana akan berwarna merah darah. Hal yang tidak terjadi pada gerhana bulan sebagian. Untuk itu gerhana bulan total disebut juga sebagai fenomena bulan merah darah alias Blood Moon.

5. Dampak terhadap cuaca.

Meski gerhana bulan kali ini spesial, namun LAPAN mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar tetap waspada terkait dampak yang ditimbulkan. Imbauan yang dimaksud yaitu adanya gelombang tinggi di laut dengan pasang maksimum saat purnama dan gerhana bulan. Sementara saat purnama, gaya pasang surut bulan diperkuat gaya pasang surut matahari.

No comments yet... Be the first to leave a reply!